Login Anggota

User Password

Website I I D I

29 August 2014

an imageSelamat datang di website resmi Ikatan Isteri Dokter Indonesia. Semoga dengan keberadaan website ini dapat membangun tali silaturahmi yang lebih erat antara pengurus besar dan cabang

Pada tanggal 21 April 2010 kami meluncurkan website IIDI guna memudahkan komunikasi antar cabang di seluruh Indonesia. Adapun harapan kami cabang dapat memberikan kontribusi yang membangun untuk IIDI dan website IIDI pada khususnya.

2014-02-14 08:07:40, Kategori : Warta




SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS BESAR IIDI PADA PERINGATAN HUT IIDI KE-59 TANGGAL 22 DESEMBER 2013

2014-01-10 08:15:27, Kategori : Warta
Ibu-ibu Pengurus dan Anggota IIDI yang saya hormati dan cintai
Hadirin sekalian yang saya muliakan

Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Salam sejahtera bagi kita semua

Pada pagi ini marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan ridho-Nya kita dapat melaksanakan Peringatan HUT IIDI ke-59 ini dalam keadaan sehat dan suasana bahagia.

Atas nama seluruh Anggota Pengurus Besar IIDI , saya mengucapkan "Selamat Ulang Tahun IIDI ke-59" kepada seluruh Pengurus dan Anggota IIDI di seluruh Cabang IIDI se- Indonesia. Semoga seluruh Pimpinan Pengurus dan Anggota IIDI dapat melaksanakan Program Kerjanya masing-masing sesuai dengan yang telah ditetapkan bersama dalam Muktamar IIDI. Demikian pula kita selalu bersyukur agar tetap berada dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga apa yang kita kerjakan merupakan amal ibadah yang di ridhoi-Nya.

Ibu-ibu yang saya cintai,
Organisasi IIDI didirikan pada tanggal 22 Desember 1954 atas prakarsa Dr. R. Suharto bersamaan dengan saat Muktamar IDI di Semarang. Kelanjutan dari tujuan berdirinya IIDI sampai saat ini kita usung tema HUT IIDI ke 59 yaitu "IIDI sebagai Ibu Bangsa Selalu Siap Membina Putra Putri Generasi Penerus Agar Sehat, Cerdas, Bermoral dan Beriman".

Tema ini menekankan bahwa IIDI siap mendayagunakan potensinya untuk tujuan membantu pemerintah dan masyarakat serta Organisasi Profesi IDI dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui upaya bersama seperti Posyandu, perhatian terhadap gizi Balita dan kesehatan Ibu Hamil dan remaja putri serta kaum Lansia selama siklus hidup manusia perlu diteruskan.

Makin tingginya angka kematian Ibu menjadi keprihatinan kita semua yaitu 359/100.000 jiwa dari sebelumnya 228/100.000 jiwa (Riskesdas SKDI).
Dari kematian Ibu tersebut didapatkan angka 30% diantaranya adalah Ibu muda usia (saat melahirkan).
Ibu muda usia tersebut melahirkan dalam kondisi mengalami kemiskinan, tidak memperhatikan kebutuhan gizi, hipertensi, pendarahan akibat menurunnya zat besi, kurang vitamin A, kelainan jantung serta infeksi, sehingga banyak meninggal di Rumah Sakit. Hal ini juga disebabkan karena keterlambatan membawa mereka ke Rumah Sakit.
Upaya-upaya terobosan Jaminan Persalinan (JAMPERSAL), Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) dan lain-lain oleh pemerintah dan LSM melalui Yayasan Sayap Ibu, Insan Kamil, Forkom P4, Gerbang Angkasa Biru termasuk IIDI tentunya ditujukan untuk mengurangi angka kematian tersebut.
Disisi lain Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI mengajak semua elemen organisasi perempuan untuk turut berperan serta termasuk organisasi yang tercinta IIDI. Langkah yang kita upayakan adalah sosialisasi dan penyuluhan kesehatan reproduksi di Posyandu-posyandu binaan IIDI dan mengupayakan deteksi dini Ibu Hamil dan menjelang melahirkan dengan Kartu Skor (Ciptaan Prof. Puji Rochayati, SPOG) pada kehamilan resiko tinggi untuk ditangani petugas kesehatan terdekat. Dengan demikian peran serta IIDI di masyarakat nyata dalam membantu upaya penurunan angka kematian Ibu, Ibu Hamil dan Ibu menjelang melahirkan.

Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI juga mengajak semua organisasi perempuan dan LSM terkait untuk mengatasi sebab disisi hulu yakni memerangi kemiskinan, kebodohan caranya dengan memotivasi kaum perempuan sebagai penggerak pembangunan ekonomi dengan strategi peningkatan kualitas sumberdaya manusia rumah tangga, pekerja dan pengusaha yang melek teknologi, berdaya, pintar dan tahu perencanaan keluarga, untuk itu haruslah mau perempuan untuk menghilangkan sifat sombong dan tidak malas.
Hal ini semua sesuai dengan perjuangan Misi IIDI. Kami percaya bahwa kebersamaan dan sinergitas IDI - IIDI dengan peran dan misi medik sosial IIDI khususnya dapat menghasilkan keluarga teladan, Ibu Bangsa yang berpola hidup sehat serta membina generasi penerus bangsa yang teguh dalam IMTAQ dan tangguh dalam IPTEK. Namun kita tetap berkomitmen untuk tidak menelantarkan keluarga, anak-anak sebagai pilar kebahagiaan sejati bersama.

Kita ketahui bersama bahwa kegiatan IIDI di seluruh Cabang IIDI di Indonesia sangat membantu program pemerintah di bidang kesehatan seperti menangani Posyandu Binaan dan turut mendistribusikan Biskuit MP-ASI untuk membantu rawan gizi pada anak Balita, penyuluhan KB, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sosialisasi pencegahan penyakit terutama yang tergolong dalam MDG's, juga sosialisasi upaya-upaya pencegahan kematian Ibu dan Anak, program sosial seperti membantu anak-anak cacat dan yatim piatu serta Program Motor Pintar hingga sosialisasi scientifikasi jamu. Program tersebut sangatlah terpuji dan mendapat respons baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat setempat.

Kita semua patut bersyukur mempunyai wadah untuk berkiprah dalam medik sosial karena di negara tercinta ini, kita masih sering menghadapi fenomena dibalik fakta MDG's yakni kehilangan istrinya dikala melahirkan anak ataupun kehilangan anak tercintanya sebelum ulang tahun yang pertama. Juga para suami yang tega memukuli istri dan anak-anaknya dibalik fenomena KDRT. Peristiwa medik sosial tersebut, tentu akan tetap menjadi program prioritas kepedulian IIDI kepada masyarakat.

Ibu-ibu serta hadirin yang berbahagia,
Harapan Pengurus Besar IIDI, semoga kiprah IIDI semakin dikenal dan meningkatkan citra IIDI di masyarakat.

Sekian sambutan dan harapan kami, semoga semua langkah dan program kita mendapat petunjuk dan ridhoNya. Aamiin yaa Robbal Alamiin.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.


Drh.Ny.Ani Agus Purwadianto,MSi
____________________________
Ketua Umum PB IIDI



2013-02-21 19:44:37, Kategori : Warta




Perjanjian Kerjasama antara PT. Prodia Widyahusada dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia

2013-02-21 18:48:40, Kategori : Peristiwa
Pada tanggal 15 Februari 2013, telah dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara PT. Prodia Widyahusada dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia. Adapun isi perjanjian tersebut adalah tentang keringanan biaya pemeriksaan laboratorium sebesar 15%. Keringanan biaya tersebut tidak berlaku untuk jenis pemeriksaan Bio Molekuler dan pemeriksaan-pemeriksaan yang dirujuk oleh PT. Prodia Widyahusada ke laboratorium klinik, rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya ; seperti antara lain specialty Labs di USA, NUH di Singapore, RS. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dan lain-lain.



Suara IIDI
  • Suara IIDI No. 152 September 2013
Direktori Usaha